xh-ePjTVTFs9ThBN5A-Kuvxj5GxXK_pwoPqh2dupFtc
Hari Kerja: Senin – Minggu ; 08.00 – 21.00 WIB
Imuno Activator Pack 1 (Tambah 75 ribu Dapat 2 Paket)....
Beranda » Artikel Terbaru » Kontroversi Rapid Test dan Solusi Kemenkes

Kontroversi Rapid Test dan Solusi Kemenkes

Diposting pada 8 Juli 2020 oleh owner | Dilihat: 256 kali

Pengertian Rapid Test

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. (1)

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan keakuratan dari test ini cukup rendah.

“rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.”

Meski keakuratannya cukup rendah, test ini menjadi standar dalam melakukan perjalanan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produkti dan Aman Covid-19.

Dalam edaran tersebut kriteria dan persyaratan orang yang akan melakukan perjalanan diubah. Individu tersebut yang akan melaksanakan perjalanan wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang.

Kemudian bagi orang yang bakal melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum baik darat, perkerertapian, laut, dan udara harus memenuhi beberapa persyaratan. Seperti wajib menunjukkan identitas diri seperti KTP atau pengenal lainnya yang sah, kemudian wajib menunjukkan surat keterangan uji test PCR hasil negatif atau rapid test nonreaktif dan berlaku selama 14 hari pada saat keberangkatan. (2)

 

Kontroversi PCR Test

Surat keterangan wajib  Test rapid ini yang menjadi kontroversial, karena banyak oknum dilapangan yang menyalahgunakan. Baik pembuatan surat keterangan bebas Covid-19, biaya yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan serta kebenaran data perihal test ini.

Wajar apabila masyarakat mejadi marah sekaligus ragu akan test yang diberlakukan beberapa bulan terakhir ini dan menggugatnya ke Mahkamah Agung

 

Gugatan Rapid Test Ke MA

Syarat yang digugat seorang pengacara bernama Muhammad Sholeh ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020. Dalam SE tersebut mengatur kewajiban melampirkan surat bebas atau negatif covid-19 dari hasil rapid test yang berlaku tiga hari atau hasil tes PCR yang berlaku tujuh hari. Belakangan, masa berlaku hasil tes itu berubah menjadi 14 hari seperti yang diatur SE terbaru Nomor 9 Tahun 2020. (3)

Selain ke MA, Sholeh juga mengadukan syarat wajib rapid test itu ke Ombudsman RI. Ia berharap Ombudsman segera menginvestigasi Gugus Tugas agar kewajiban rapid test dapat dihapuskan

Oleh karena itu Pemerintah melalui Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Berdasarkan SE bernomor HK.02.02/I/2875/2020 itu, tarif tertinggi test tersebut sebesar Rp150.000.

“Batasan tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri,” begitu salah satu poin SE yang ditandangani Dirjen Pelayanan Kesehatan pada Kemenkes, Bambang Wibowo tertanggal 6 Juli 2020. seperti yang dikutip dari lamannya warta ekonomi

Semoga dengan pengaturan yang sudah dibuat pemerintah, dapat mengurangi beban masyarakat dalam beraktifitas sekaligus bisa tetap menjaga kesehatan bersama.

Herbalsoho Family, agar terhindar dari Covid-19 ada baiknya tetap menjaga daya tahan tubuh melalui makan yang bergizi, atur pola istirahat dan konsumsi suplemen seperti Imunoforce, Pureway C dan Magozai

 

 

 

Bagikan informasi tentang Kontroversi Rapid Test dan Solusi Kemenkes kepada teman atau kerabat Anda.

Banner IDwebhost

Kontroversi Rapid Test dan Solusi Kemenkes | Herbalsoho.com

Belum ada komentar untuk Kontroversi Rapid Test dan Solusi Kemenkes

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
ORDER CEPAT
Anabiosis Medicated Facial Scrub

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 279.000
Ready Stock / BY0029
Rp 279.000
Ready Stock / BY0029
OFF 20%
ORDER CEPAT
U-Claire’ BI 2: Face Serum with Vit C

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 205.000 Rp 256.250
Ready Stock / BY0022
Rp 205.000 Rp 256.250
Ready Stock / BY0022
ORDER CEPAT
Susu Glucofit Untuk Penderita Diabetes

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 125.000
Ready Stock / NT0057
Rp 125.000
Ready Stock / NT0057
SIDEBAR