xh-ePjTVTFs9ThBN5A-Kuvxj5GxXK_pwoPqh2dupFtc
Hari Kerja: Senin – Minggu ; 08.00 – 21.00 WIB
Asta-Gold Special Price Rp. 163 K (minimal Pembelian 2 BOX)----Asta-Gen 4 Special Price (beli 2 box hanya189rb/box isi 20) ----Astagen 12 Special Price (beli 2 box hanya 196 k/box isi 20) Korean Skin Care Set PENAWARAN PERDANA (disc. 40%) Rp. 925.000
Beranda » Artikel Terbaru » Sah, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen

Sah, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen

Diposting pada 30 Oktober 2019 oleh owner | Dilihat: 225 kali

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Presiden Joko Widodo resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sebesar 100 persen pada kamis 24/10/2019. Hal ini tertuang melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

Dalam sambutannya Jokowi menegaskan bahwa perlunya dilakukan penyesuaian beberapa ketentuan dari Perpres sebelumnya untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan.

Alasan Kenaikan Iuran BPJS

Perlu diketahaui salah satu faktor dinaikkannya iuran BPJS karena berdasarkan laporan kementerian keuangan per akhir Oktober 2018 defisit BPJS kesehatan sudah mencapai 19, 4 Trilliun dan terus bertambah hingga tahun 2019

Beberapa perubahan dimaksud terangkum didalam pasal 34 Perpres 75/2019 diantaranya :

  • Tarif kenaikan iuran tersebut dikenakan kepada iuran pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan Pekerja (PB) dimana iuran peserta kelas III naik dari sebelumnya Rp. 25.500 menjadi Rp. 42.000
  • peserta kelas II dengan pelayanan perawatan kelas II naik dari Rp. 51.000 menjadi Rp. 110.000 sedang iuran kelas I naik dari Rp. 80.000 menjadi Rp. 160.000

Kenaikan tersebut berlaku mulai 1 Januari 2020. sebut M. Iqbal Anas selaku Humas BPJS Kesehatan kepada Kompas.com saat dihubungi pada Rabu 30/10/19.

Selanjutnya Iqbal juga menegaskan bahwa kenaikan Iuran juga berlaku bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN). Namun untuk golongan PBI ini awalnya dikenakan tarif iuran sebesar Rp. 23.000 menjadi Rp. 42.000

Defisit Keuangan BPJS Kesehatan

Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa usulan kenaikan tersebut demi menutupi defisit keuangan yang ada.

Selain menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat ada hal lain yang tidak diketahui masyarakat tentang ketentuan Sanksi dan Denda yang tercantum dalam perpres nomor 82 tahun 2018

Masyarakat berharap layanan maksimal ketika menggunakan layanan BPJS, namun acapkali tidak menyadari ada suatu tanggung jawab yang juga harus dilakukan.

Masyarakat wajib membayar iuran tepat setiap bulan. beberapa masyarakat bahkan telah merasakan manfaat BPJS namun enggan membayaran iuran dengan alasan tidak mampu

Sanksi Dan Denda Penunggak Iuran BPJS Kesehatan

Pemerintah akan menerapkan sanksi bagi penunggak iuran BPJS untuk memberikan efek jera dengan ketentuan sbb.

Seperti yang dikutip dari laman resminya BPJS Sejak 1 April 2016 sebenarnya BPJS telah mengeluarkan ketentuan Perpres No. 19/2016 didalam pasal 17A.1

Dalam Perpres disebutkan bahwa “Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali peserta wajib membayar denda kepada BPJS kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang dia peroleh”

Peserta yang menunggak akan dikenakan denda 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan setiap bulan tertunggak, dengan ketentuan yang telah diatur yaitu bulan tertunggak maksimal 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp. 30 juta. Dan ketentuan ini lah yang akan dipertegas kembali oleh pemerintah dalam penerapan kenaikan iuran BPJS tahun 2020

Tanggapan Kemenkes Tentang Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kenaikan iuran BPJS ini diklaim masih yang termurah diseluruh dunia namun banyak penolakan dimasyarakat. hal ini sanagat beralasan dan perlu perhatian serius pemerintah bukan karena masyarakat tidak mau membayar.

Kondisi ekonomi yang melemah membuat daya beli masyarakat tidak sanggup membayar iuran. untuk biaya pokok sehari-hari saja sudah berat, Pemerintah harus berpihak !! kesehatan masyarakat tidak boleh diukur dengan untung/rugi BPJS.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan. seperti dikutip dari laman liputan6.com menkes terawan mengusulkan peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dapat subsidi.

Menanggapi penolakan kenaikan iuran BPJS kesehatan dari Komisi IX, Menteri kesehatan mengusulkan agar 19.914.743 peserta kelas 3 mandiri mendapat subsidi.

Usulan dimaksud sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi

baca juga : Dr. Terawan Sang Menteri Kesehatan Kontroversial

“Kami telah mengusulkan subsidiniuran JKN kepada Menko PMK sesuai arahan Mensesneg, kami tinggal menindaklanjuti dari Menko PMK, Menteri Sosial dan Menteri Keuangan”. Kata Terawan dalam rapat dengan komisi IX DPR RI kamis (7/11/2019) Jakarta seperti yang dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan

Masyarakat juga berharap dengan adanya kenaikan iuran berpengaruh kepada peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa BPJS. Karena dibeberapa layanan rumah sakit masih terdapat ketimpangan standarisasi pelayanan BPJS Kesehatan.

Disamping itu BPJS juga diharapkan mampu untuk meminimalisir dan menindak tegas penyimpangan keuangan yang marak dilakukan oleh Rumah Sakit nakal. sehingga tercipta peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia

Pentingnya Mengantisipasi Kesehatan

By The Way peningkatan kesehatan masyarakat juga tidak melulu bergantung kepada BPJS, namun mengantisipasi sakit dengan pola hidup sehat juga salah satu faktor penting. Herbal Soho menyediakan beragam produk untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat.

Dengan produk herbal berstandar farmasi (Nutrasetika), terbukti SOHO memberikan pelayanan produk dan Kesehatan yang sudah dirasakan masyarakat Indonesia lebih dari 73 tahun. So, jangan ragu menggunakan produk SOHO, karena “mencegah lebih baik dari mengobati”

 

 

 

Bagikan informasi tentang Sah, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen kepada teman atau kerabat Anda.

Sah, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen | Herbalsoho.com

Belum ada komentar untuk Sah, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100 Persen

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 20%
ORDER CEPAT
Kalsium D : Osteoporosis, Pemeliharaan Tulang & Gigi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 314.000 Rp 393.000
Ready Stock / NT0067
Rp 314.000 Rp 393.000
Ready Stock / NT0067
OFF 16%
ORDER CEPAT
Coformula 60s Suplemen kolesterol

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 744.000 Rp 890.000
Ready Stock / HF0008
Rp 744.000 Rp 890.000
Ready Stock / HF0008
OFF 16%
ORDER CEPAT
Nutrasetika Pack 17

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 1.690.000 Rp 2.017.000
Ready Stock / PP0951
Rp 1.690.000 Rp 2.017.000
Ready Stock / PP0951
SIDEBAR