xh-ePjTVTFs9ThBN5A-Kuvxj5GxXK_pwoPqh2dupFtc
Hari Kerja: Senin – Minggu ; 08.00 – 21.00 WIB
Asta-Gold Special Price Rp. 163 K (minimal Pembelian 2 BOX)----Asta-Gen 4 Special Price (beli 2 box hanya189rb/box isi 20) ----Astagen 12 Special Price (beli 2 box hanya 196 k/box isi 20) Korean Skin Care Set PENAWARAN PERDANA (disc. 40%) Rp. 925.000
Beranda » Artikel Terbaru » Tata Cara menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Tata Cara menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Diposting pada 10 Februari 2020 oleh owner | Dilihat: 182 kali

ilustrasi kepesertaan BPJS Kesehatan     dok. Sumutpos

Amanat undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan sosial mengmanatkan bahwa setiap Warga Negara Indonesia wajib mengikuti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatannya

Edukasi yang baik sangat diperlukan masyarakat agar program pemerintah yang satu ini dapat diikuti oleh Seluruh Warga Negara Indonesia khususnya dibidang yang berkaitan dengan pendaftaran, hak dan kewajiban yang dimiliki oleh peserta


Baca Juga :

  1. Sah Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan ? %
  2. DR. Terawan Sang Menteri Kesehatan Kontroversial

Diambil dari lamannya JKN Kemkes ada 2 kelompok peserta BPJS Kesehatan yakni [1]

1. PBI Jaminan Kesehatan

Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan dan ketentuannya diatur melalui peraturan pemerintah

2. Bukan PBI Jaminan Kesehatan

Peserta bukan PBI jaminan kesehatan terdiri dari

  • Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya
  • Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya
  • Bukan Pekerja dan anggota keluarganya

Pertanyaan selanjutnya dalam kelompok peserta manakah Anda? sudahkah Anda terdaftar mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS ? Jika Anda belum tergabung menjadi peserta berikut kami sajikan beberapa persyaratan menjadi peserta BPJS [2]

Prosedur Mendaftar Menjadi Peserta PBI APBN

Peserta PBI APBN

Merupakan Warga miskin dan kurang mampu menurut Kementerian Sosial/Dinas Sosial Kabupaten/Kota sesuai kriteria yang ditetapkan Pemerintah Pusat, selanjutnya ditetapkan melalui keputusan Menteri Sosial dan didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Data kepesertaan PBI akan diupdate secara berkala dan peserta BPJS PBI hanya berhak atas pelayanan/fasilitas kesehatan kelas 3

 

Peserta PBI APBD

Pendaftaran dilakukan melalui pendataan oleh Dinas Sosial/Dinas yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, selanjutnya ditetapkan melalui keputusan Gubernur/Walikota/Bupati.
Data peserta ini juga hanya berhak atas pelayanan/fasilitas kesehatan kelas 3

 

Peserta PPU Penyelenggara Negara

Pendaftaran diutamakan secara kolektif. dapat dilakukan secara perorangan dengan mengisi Formulir/Daftar Isian Peserta (FDIP) beserta persyaratannya.
Sedang peserta kolektif dilakukan melalui proses migrasi dari kepesertaan Askes

 

Peserta PPU Non Penyelenggara Negara (BUMN, BUMD dan BU Swasta)

Pendaftaran dapat dilakukan secara kolektif oleh pemberi kerja/PIC masing-masing badan usaha melalui aplikasi New Edabu, dengan cara melengkapi Formulir Daftar Isian Elektronik yang diisi sesuai ketentuan yang berlaku dan disahkan oleh pimpinan perusahaan untuk diimigrasikan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan

Ilustrasi Aplikasi New Edabu

Syarat pendaftaran antara lain:

a. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/ Surat izin lainnya sesuai kebijakan Pemerintah setempat.

b. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

c. Akta Notaris/Yayasan/Pendirian

d. MOU/Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah

 

Peserta PBPU/BP Non Penyelenggara Negara

Pendaftaran dapat dilakukan secara perorangan maupun kolektif dengan cara mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) beserta persyaratannya.

1. Syarat pendaftaran meliputi:

a. Fotokopi Kartu Keluarga

b. Fotokopi buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA (dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/anggota keluarga dalam Kartu Keluarga/penanggung.

c. Formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp6.000,00 (Enam Ribu Rupiah)

Calon peserta dapat melakukan pembayaran iuran pertama dalam waktu paling cepat 14 (empat belas) hari atau paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pendaftaran.

Setelah Anda terdaftar sebagai peserta BPJS  Kesehatan ada hak dan kewajiban yang Anda wajib Pahami sebagai peserta BPJS Kesehatan diantaranya [3]

A. Hak Peserta

  • Mendapatkan kartu peserta sebagai identitas peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

  • Memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan kewajiban serta prosedur pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja dengan BPJS Kesehatan, dan
  • Menyampaikan keluhan / pengaduan, kritik dan saran secara lisan atau tertulis kepada BPJS Kesehatan.

B. Kewajiban Peserta

  • Mendaftarkan dirinya dan anggota keluarganya sebagai peserta BPJS Kesehatan.
  • Membayar iuran
  • Memberikan data dirinya dan anggota keluarganya secara lengkap dan benar
  • Melaporkan perubahan data dirinya dan anggota keluarganya, antara lain perubahan golongan, pangkat atau besaran gaji, pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran, pindah alamat dan pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama.
  • Menjaga kartu peserta agar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak.
  • Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan.

C. Kewajiban Pemberi Kerja

  • Mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan.
  • Menghitung dan memungut iuran yang menjadi kewajiban peserta dari pekerjanya melalui pemotongan gaji/upah pekerja.
  • Membayar dan menyetorkan iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS Kesehatan
  • Memberikan data mengenai dirinya, pekerjaannya dan anggota keluarganya secara lengkap dan benar meliputi :

Data pekerja berikut anggota keluarganya yang didaftarkan sesuai dengan data pekerja yang dipekerjakan.

Data upah yang dilaporkan sesuai dengan upah yang diterima pekerja.

Data kepesertaan dalam program jaminan sosial sesuai dengan pentahapan kepesertaan.

Perubahan data Badan Usaha atau Badan Hukumnya, meliputi : alamat perusahaan, kepengurusan perusahaan, jenis badan usaha, jumlah pekerja, data pekerja dan keluarganya, dan perubahan besarnya upah setiap pekerja.

Dengan keikutsertaan seluruh Warga Negara Indonesia dalam kepesertaan BPJS Kesehatan diharapkan menumbuhkan budaya gotong royong dalam mensukseskan Indonesia Sehat dan Sejahtera.


Imunoforce : Suplemen meningkatkan daya tahan tubuh


 

Referensi :
1. http://www.jkn.kemkes.go.id/detailfaq.php?id=9
2. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/20
3. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2017/27

Bagikan informasi tentang Tata Cara menjadi Peserta BPJS Kesehatan kepada teman atau kerabat Anda.

Tata Cara menjadi Peserta BPJS Kesehatan | Herbalsoho.com

Belum ada komentar untuk Tata Cara menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 20%
ORDER CEPAT
Uticare : Infeksi Saluran Kemih & Anyang Anyangan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 215.000 Rp 269.000
Ready Stock
Rp 215.000 Rp 269.000
Ready Stock
OFF 9%
ORDER CEPAT
Susu Starkidz Premium

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Mulai Rp 598.000
Ready Stock / NT020027
*Mulai Rp 598.000
Ready Stock / NT020027
OFF 19%
ORDER CEPAT
OSTEO booster Solusi Rematik dan Radang Sendi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 279.000 Rp 344.000
Ready Stock / NT0065
Rp 279.000 Rp 344.000
Ready Stock / NT0065
SIDEBAR